Aku, adalah kamu. Berbeda subjek, cerita hampir samam namun jangka waktu yang berbeda. Aku, adalah dia dengan saat-saat kami bersama. Dan kamu, adalah bukan dia dan bukan aku. Karena kamu akan menjadi orang lain. Setelah sekian lama dinamisasi, akan ada saatnya kamu dan sebuah huruf d mempunyai hubungan yang stabil. Kamu, aku, dia, dan d. Atau mungkin sebuah e. Dia kamu, kamu, aku, dia, e. Atau sebuah c diantara kamu dan aku. Atau seorang dia diantara kita. Atau sebuah ketidakpercayaan yang timbul pada setiap pemeran. Yang menimbulkan sebuah deret beralur sama dengan cara yang berbeda.
Biarkan hulu tetap menuju hilir. Dan biarkan para ilmuwan melakukan berbagai eksperimen. Biarkan para koki menciptakan resep baru. Burung terbang mengepakkan sayap dengan indah. Ulat bermetamorfosa menjadi kupu-kupu. Dan aku, menjadi Aku, kamu menjadi Kamu, dia menjadi Dia. Momen sesaat dengan saling menjadikan relasi. Membuat kita dengan kadar rendah, menjadi meningkat. Satu level lebih tinggi, dengan pondasi yang masih rapuh. Sesuai standar pada masing-masing usia. Dalam suatu indikasi dan target yang pasti semakin lama semakin mendekat.
Pastinya. Relasi, serta spasi waktu. Penggerak diri menuju suatu perubahan. Penunjang pribadi melewati tahap setelah pertumbuhan. Memiliki kemampuan spesial seperti sel-sel yang berdiferensiasi. Elok seperti matahari terbenam, dengan sebelumnya panas saat terik di atas permukaan bumi. Biarkan kami dan kita hidup berjalan sendiri. Dengan pilihan masing-masing, dan konsekuensi milik sendiri. Dan inilah, puncak dari segala mitos. Sesuatu yang mendatangi setiap pelaku utama, kepada pelaku sampingan. Dan beberapa pelaku pendamping yang ikut menyuarakan suatu keadaan. Sesuatu keadaan dimana kita memang menjadi kita. Aku menjadi kamu, kamu menjadi aku. Kontinu, bersimbiosis. Dimana x' akan sama dengan x. x'=x