- Fara -- Rafa
..............................................................................................
- Apa sih gue di mata lo?
-- Di mata saya, kamu adalah pribadi yang kuat dan kalian sangat dibutuhkan dalam kaum saya
- Maksud lo? Gue bukan pelacur yang bisa lo gunain gitu aja
-- Saya tidak pernah berbicara seperti itu
- Maksud lo apa jadinya?
-- Saya hanya ingin memberitahu bahwa kau sangat berharga bagi kehidupan kami
- Jangan lo fikir harga setiap orang sama seperti yang kalian bayar setiap waktu
-- Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan
- MUNAFIK. Iya, kalian munafik
-- Saya rasa kalian juga pernah munafik
- Gue rasa tingkat kemunafikan kami rendah
-- Itu yang selama ini Anda rasa. Apa kata kami?
- Gue ga butuh apa kata lo dan temen-temen lo
-- Dalam bersosialisasi butuh kritik dan saran untuk menjadi pribadi yang lebih baik
- Pribadi gue udah baik kan tadi kata lo? Lagipula, tau apa sih lo tentang pribadi. Baru tau kata pribadi?
-- Tidak. Saya sudah tahu kata pribadi sejak lama
- Terus maksud lo ngomong tentang pribadi ke gue apa?
-- Saya hanya ingin bangsa kita dimiliki oleh pribadi-pribadi yang jujur, kuat, dan baik
- Keinginan lo terlalu banyak. Sadar kali kalo lo juga manusia biasa yang gak bisa ngerubah orang-orang jadi apa yang lo inginkan
-- Saya tidak dapat merubah manusia
- Ya memang. Dan orang terbodoh yang pernah gue temuin itu, lo
-- Terimakasih. Saya anggap itu sebagai sanjungan
- Semakin bodoh
-- Sepertinya saya yakin Anda adalah orang yang saya inginkan
- Maksud lo apa? Keyakinan lo terbalik sama keyakinan gue
-- Kamu sepertinya tahu segala hal
- Berlebihan
-- Kamu sepertinya tahu siapa aku sebenarnya
- Gue dan lo memang berkesinambungan
-- Kalau begitu kamu tahu apa yang aku inginkan
- Sebuah ciuman? Permainan tangan? Kesenangan semata? Seks?
-- Lebih dari sekedar kesenangan birahi
- Lalu apa yang sebenarnya kamu inginkan?
-- Lo
- Maksud lo apa?
-- Saya hanya ingin bertanya apakah boleh, Anda saya sukai?
- Saya tidak berhak melarang. Karena perasaan adalah hal yang sulit untuk dikendalikan
-- Gue ingin dapetin lo seutuhnya
- Anjing, lo! Lo kira gue apa?
-- Di mata saya, kamu adalah pribadi yang kuat. Dan kalian...
- Sangat dibutuhkan kaum kalian?
-- Lo bener
- Tapi aku bukan siapa yang kamu inginkan
-- Sok tahu lu. Kayak lu yang punya dunia
- Sori kali. Salahin aja gue terus
-- Saya tidak menyalahkan Anda
- Kamu tidak pernah sadar apa yang telah kamu lakukan pada aku? Begitu juga kalian pada kami
-- Anda sedang bercermin
- Tai lo. Dasar bajingan. Bangsat. Sok suci lo.
-- Emang lu suci?
- Kamu ingin yang suci?
-- Sangat ingin
- Buka hati lo, kendalikan emosi lo yang bener. Nanti juga lo mendapatkan yang benar-benar suci
-- Apa itu yang Anda sebut cinta?
- Iya. Kali
-- Sebuah kemungkinan
- Kami butuh kepastian
-- Kadang kalian memang butuh merelakan apa yang benar-benar kalian inginkan untuk mendapatkan yang lebih baik
- Seperti aku merelakan kamu?
-- Seperti saya merelakan Anda
---------------------------------
Fara lalu meninggalkan Rafa. Emosi Rafa menurun setelah beberapa hari semenjak kejadian itu.
For the better view, please do the following step: 1. Read from computer 2. Zoom into 100% resolution 3. Say the words when you read
Tuesday, January 22, 2013
Imagining is permitted
When awkward moment is the one I'm waiting for. When you're holding my hand like it's nothing. And we're laughing at the same time after it. Seeing each other eyes and smiling. Said, "Apaan sih". :-):-)
Monday, January 7, 2013
Asal kamu saja tahu
iaiiiki. Seperti itu rasanya bulan-bulan akhir tahun ini. (Akhir tahun atau tahun akhir?)
19 Desember 2012
19 Desember 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)