Haha anjir! Tapi iya sih gue akuin. Kayaknya bakal mau sih itu orang sama dia. Secara dia ya cukup ganteng lah, badannya juga gak buncit. Otak oke dan ya so so lah, gak asik yang agak cenderung ke sok asik.
Obrolan kecil ini selalu menghantui kami selama pekan-pekan terakhir ini. Oh! Siapalah yang suka minggu normalnya diganggu sekelompok kecil bernama Ujian Tengah Semester. Bukan kepanikan, melainkan keraguan akan mengerti materi selama belajar lah yang membuat kami cemas akan datangnya bayang-bayang fana itu. Jadi untuk mengemas kecemasan itu supaya tidak terlalu kelihatan cemas banget, kami tutup dengan obrolan manis agak dewasa itu.
Hahahaha tai!
Fyi, tai itu...
Tinja atau feses atau dalam bahasa kasarnya disebut tahi adalah produk buangan saluran pencernaan hewan yang dikeluarkan melalui anus atau kloaka.
http://taiwangi.blogspot.com/p/what-is-tai_16.html
Kasar banget. Jujur mungkin gue gak sekasar temen-temen gue dalam omongan bercanda, tapi gue tau mereka semua gak bermaksud sekasar itu.
Anyway, ngomong-ngomong soal tai. Ada yang menurut gue tai banget. Ini bukan masalah tai yang baru keluar dari saluran pencernaan hewan melalui anus yang biasanya warnanya kuning terus lembek kena angin jadi keras itu. Tapi lebih tai.
Karena menurut gue kemunafikan bisa diambil dari lambang tai ini. Shit, lo bilang lo gak jorok lo gak suka kotor lo bersih lo wangi tapi lo tetep eek tuh. Meski di kloset, ya di kamar mandi, di wc umum atau di sungai. Tetep aja kan tuh tai keluar dari tubuh lo? Jorok.
Makanan lo gak imbang ah sama gaya hidup lo, harus yang 50k++ yang warteg atau ayam biasa gak bisa lah. No offense buat yang alergi, tapi coba buat yang tajir mampus makan harus mahal, bisa gak eek yang lo keluarin beda gitu, apakek bentuknya berlian atau ingot, kerenan gitu daripada eek yang terbuat dari nasi sayur dua ribu sama ayam enam ribuan?
Ini sama aja kayak lo secara tidak sengaja mengumbar kesetiaan lo kepada khayalak luar namun tanpa lo sadari juga, lo sama sama aja kayak persepsi orang-orang stereotype diluar sana,
------------------
Serentak, "How could you do that to me?", argh penonton kecewa. Dan yang lebih kecewa lagi, ternyata doi udah main yoyo di depan kita. Boro-boro kita pernah main, baru liat orang main aja cuma di tv. Ini langsung depan mata! Keren!
Hari esoknya di pekan yang masih diselimuti UTS yang mirip-mirip, obrolan kecil masih jadi camilan kami bertiga. Lagi-lagi bahas kelanjutan akan percomblangan si doi dengan salah satu dari kami. Sontak si yang dicomblangin nanya, "gue cocok nggak sih sama dia?"
Gue hanya tersenyum lebar dan memotivasi agar dia percaya bahwa dia layak menjadi salah satu pria untuk wanita tersebut. Coba tanya doi, lebih berpengalaman haha. "Doi sibuk, biasa panggilan malam".
Cocok nggak cocok sih, palingan juga gak bakal jadi.
Aku: "AH sudahlah, tak ada gunanya berspekulasi tanpa bantuan apapun"
No comments:
Post a Comment