Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Aku lalu membayangkan si dia yang kemarin datang ke rumahku. Tubuhnya, wangi rambutnya. Jadi merinding-merinding basah air sibakkan tadi
Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Aku lalu membayangkan si dia yang kemarin datang ke rumahku. Tubuhnya, wangi rambutnya. Jadi merinding-merinding basah air sibakkan tadi. Hmmh, langit sore pukul 5 memang jadi favoritku
Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Aku lalu membayangkan si dia yang kemarin lusa datang ke rumahku. Tubuhnya, wangi rambutnya. Jadi merinding-merinding basah air sibakkan tadi. Hari ini aku tidak sarapan karena bangun kesiangan
Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Aku lalu membayangkan si dia yang kemarin lusa datang ke rumahku. Tubuhnya, wangi rambutnya. Jadi merinding-merinding basah air sibakkan tadi. Dia berkata maaf karena tidak jadi datang ke rumah kemarin malam
Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Aku lalu membayangkan si dia yang minggu lalu datang ke rumahku. Tubuhnya, wangi rambutnya, setiap detak jantungku saat menunggu balasan pesannya. Jadi merinding basah air sibakkan tadi
Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Aku lalu membayangkan si dia yang bulan lalu datang ke rumahku. Tubuhnya, wangi rambutnya, setiap detak jantungku saat menunggu balasan pesannya. Jadi merinding basah air sibakkan tadi. Dengan sigap aku ambil handuk dan mengeringkan badanku
Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Aku lalu membayangkan si dia yang lima bulan lalu datang ke rumahku. Tubuhnya, wangi rambutnya. Dengan sigap aku ambil handuk dan mengeringkan badanku
Ku buka seluruhnya dan ku taruh dalam keranjang yang berada tepat di luar kamar mandi. Mulailah aku menyibakkan air ke setiap inci kulit dari kepala hingga telapak kaki. Setelah bersih, aku ambil handuk dan mengeringkan badanku. Hmmh, Langit sore pukul 5 memang jadi favoritku
No comments:
Post a Comment